Kamis, 4 Juni 2026

Breaking News

  • SF Hariyanto Jadi Saksi Sidang Perkara Dugaan Korupsi Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid    ●   
  • Profil Dadan Hindayana Mantan Kepala BGN yang Ditahan Kejagung   ●   
  • Profil Lodewyk Pusung, Sehari Setelah Dipecat Prabowo Sebagai Wakil Kepala BGN, Ditahan Kejagung   ●   
  • Profil Sony Sonjaya, Purnawirawan Polri Dicopot dari Wakil Kepala BGN, Ditahan Kejagung   ●   
  • Setelah Dipecat Prabowo Mantan Kepala BGN dan 2 Wakilnya Ditahan Kejagung   ●   
Puluhan Massa Tergabung Aliansi Mahasiswa Peduli Unilak (AMPUN) Demo Tuntut Rektorat  Transparansi Proyek Rp10 M
Rabu 29 April 2026, 07:20 WIB

Puluhan Massa Tergabung Aliansi Mahasiswa Peduli Unilak (AMPUN) Demo Tuntut Rektorat  Transparansi Proyek Rp10 M 

PEKANBARU - Mahasiswa berdemo di halaman Gedung Rektorat Universitas Lancang Kuning (Unilak) pada Selasa (28/4/2026) siang. Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Unilak (AMPUN) turun langsung untuk menuntut transparansi dan akuntabilitas terkait sejumlah kebijakan kampus yang dinilai bermasalah.

Suasana memanas ketika para mahasiswa membentangkan spanduk protes dan menyuarakan tuntutan melalui pengeras suara. Mereka mendesak pihak rektorat agar memberikan penjelasan terbuka, khususnya terkait dugaan skandal proyek pembangunan bernilai miliaran rupiah serta persoalan infrastruktur kampus.

Koordinator Lapangan, Ahmad Nasir Harahap, dalam orasinya menyoroti dugaan kegagalan proyek turap yang dilaporkan roboh. Termasuk juga anggaran sekitar Rp10 miliar untuk pembangunan kelas serbaguna yang dipertanyakan dari sisi perencanaan dan kualitas. Ia juga menyinggung keluhan mahasiswa terkait penurunan kualitas fasilitas, termasuk toga wisuda.

"Kami tidak datang untuk berwisata! Kami datang untuk menuntut kemana perginya uang mahasiswa? Proyek digelontorkan, tapi turap saja roboh berkali-kali. Rektor harus buka mata, biaya wisuda dan SPP naik terus, tapi kualitas fasilitas dipertanyakan. Jangan jadikan kampus ini ladang bisnis yang tertutup!" tegas Ahmad di tengah kepungan massa.

Mahasiswa juga berupaya melakukan audiensi langsung dengan pimpinan universitas. Namun hingga aksi berakhir, pihak rektorat belum menemui massa. Kondisi ini memicu kekecewaan dan memperkuat tuntutan mahasiswa terhadap keterbukaan informasi.

Aliansi mahasiswa menilai sikap diam tersebut justru memperkeruh situasi dan memunculkan mosi tidak percaya di kalangan civitas akademika. Mereka bahkan mengisyaratkan akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan tidak segera direspons.

Hingga berita ini ditayangkan belum ada pernyataan resmi dari Rektor Unilak, Prof Junaidi atau petinggi kampus lainnya.

 




Editor : Tis
Kategori : Pekanbaru
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top